Protokol  Pencegahan COVID-19 Di Tempat Umum                                                                        

Protokol  Pencegahan COVID-19

Di Tempat Umum

 

Memasuki era new normal, Pemerintah menerbitkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. Publik dan penyelenggara perlu mengetahui protokol ini agar bisa menjaga kesehatan bersama.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi diantaranya mencuci tangan secara teratur, menggunakan alat pelinfung diri berupa masker, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHB). Hindari kontak dan menjaga jarak aman dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Selain itu, untuk mencegah penyebaran COVID-19 akibat droplet yang menempel pada permukaan perlu dilakukan desinfeksi lingkungan. Berikut panduan protokol pencegahan penularan COVID-19 di area publik, transportasi publik, pasar, restoran/rumah makan, sekolah, sarana olahraga dan tempat ibadah serta tata laksana pembersihan dan desinfeksi.

 

PANDUAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19

DI TEMPAT DAN FASILITAS UMUM

 

  1. AREA PUBLIK (PUSAT PERBELANJAAN, TERMINAL /PELABUHAN /STASIUN/AREA Dl SEKITAR BANDARA DAN PUSAT HIBURAN)

 

  1. Pastikan seluruh area publik bersih

Melakukan pembersihan lantai, permukaan pegangan tangga/escalator, tombol lift, pegangan pintu, mesin ATM, mesin kasir, alat pembayaran elektronik, metal detector, kaca etalase, area bermain anak, musholla, toilet dan fasilitas umum lainnya dengan desinfektan (cairan pembersih) secara berkala minimal 3 kali sehari.

  1. Menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir di toilet dan menyediakan hand sanitizer di setiap Pintu masuk, lift, dan tempat lain yang mudah di akses.
  2. Tidak dianjurkan menyediakan dispenser di area yang banyak dilewati pengunjung.
  3. Memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19 dan etika batuk/bersin) di tempat-tempat strategis seperti di Pintu masuk. Menginformasikan kepada pengunjung untuk menggunakan alat-alat ibadah pribadi.
  4. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh di setiap titik Pintu masuk dan amati kondisi umum pengunjung. Apabila ditemukan suhu >37,3°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), maka tidak diizinkan untuk memasuki area dan segera menghubungi petugas kesehatan.
  5. Apabila diamati ada pengunjung dengan gejala pilek/batuk/sesak nafas disarankan untuk segera menghubungi petugas kesehatan.Pengelola area publik atau tempat umum harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat secara berkala.

 

  1. TRANSPORTASI PUBLIK (BUS DALAM KOTA/ANTAR KOTA/ANTAR PROPINSI, TAKSI, KERETA LISTRIK, KERETA API, KAPAL PENYEBERANGAN DAN ANGKUTAN UMUM DALAM KOTA)
  2. Pastikan seluruh area transportasi publik bersih

Membersihkan mesin tapping tiket, pintu, pegangan tangan pada pintu, besi pegangan tangan penumpang, kursi, jendela, lantai, sabuk pengaman, kemudi dengan desinfektan (cairan pembersih) dengan cara dilap atau disemprot secara berkala setiap hari.

  1. Pengemudi/masinis/nahkoda, kondektur dan petugas lainnya harus dalam kondisi sehat.
  2. Penumpang dan pengemudi disarankan untuk membiasakan membawa hand sanitizer.
  3. Memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang baik dan benar, cara mencegah penularan COVID-19 dan etika batuk/bersin) di pintu atau dinding kendaraan atau belakang kursi penumpang.
  4. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pengamatan keadaan umum setiap penumpang (Bus dalam kota/antar kota/antar propinsi, Kereta Listrik, Kereta Api, Kapal Penyeberangan). Apabila ditemukan suhu >37,3°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), maka disarankan segera menghubungi petugas kesehatan.
  5. Lakukan pengamatan keadaan umum setiap penumpang (taksi dan angkot). Apabila diamati ada penumpang dengan gejala batuk/sesak nafas/pilek disarankan untuk segera menghubungi petugas kesehatan.
  6. Apabila ada peningkatan jumlah penumpang dengan gejala diatas, pengelola transportasi umum segera berkoordinasi dengan Puskesmas atau Dinas Kesehatan secara berkala.
  • PASAR RAKYAT DAN PEDAGANG KAKI LIMA
  1. Pastikan seluruh area pasar dan pedagang kaki lima bersih

Melakukan pembersihan di area pasar dan area pedagang kaki lima dari sampah dan membersihkan lantai, pegangan tangga, pegangan pintu/rolling door, toilet, kios/los, meja pedagang, tempat penyimpanan uang, gudang atau tempat penyimpanan, tempat parker dan mesin parkir dengan desinfektan (cairan pembersih) secara berkala minimal 3 kali sehari.

  1. Menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan sabun atau menyediakan hand sanitizer di setiap pintu masuk dan tempat lain yang mudah di akses.
  2. Menyediakan Pos Pelayanan Kesehatan di pasar.
  3. Tidak menjual-belikan hewan hidup dan makanan siap saji yang setengah matang (tidak matang sempurna).
  4. Pedagang menggunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan, celemek dan khusus untuk penjual makanan siap saji menggunakan penutup kepala)
  5. Memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19 dan etika batuk/bersin) di tempat-tempat strategis seperti di pintu masuk pasar, area pedagang atau tempat lain yang mudah diakses.
  6. Pengelola pasar atau pedagang kaki lima menganjurkan kepada pedagang dan pengunjung yang mengalami demam, pilek/batuk/sesak nafas untuk tidak masuk ke area pasar tradisional dan area pedagang kaki lima. Apabila ditemukan pedagang, atau pengunjung/pembeli di dalam area pasar tradisional atau area pedagang kaki lima mengalami gejala tersebut segera melaporkan ke Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat.
  7. PROTOKOL COVID-19 PADA PENYELENGGARAN KEGIATAN MELIBATKAN MASSA (PERTEMUAN NASIONAL/INTERNASIONAL, SEMINAR, KONSER, EVENT OLAHRAGA, PESTA)
  8. Hindari penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak terutama di ruangan tertutup.

Penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak memiliki potensi yang sangat tinggi untuk menyebabkan terjadinya penularan COVID-19.

  1. Bila tetap harus diselenggarakan, penyelenggara wajib untuk:
  2. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan setempat untuk dukungan kesehatan dalam penyelenggaraan even yang melibatkan massa, seperti penyediaan ambulans, tenaga kesehatan dan respon gawat darurat lainnya.
  3. Pastikan ruangan/tempat kegiatan dalam keadaan bersih dengan membersihkan ruangan/tempat menggunakan desinfektan (cairan pembersih) secara rutin selama kegiatan berlangsung, seperti tempat registrasi, tempat makan dan toilet.
  4. Menginformasikan kepada peserta/tamu dan penyelenggara, apabila merasa tidak sehat agar tidak hadir pada acara tersebut.
  5. Menginformasikan kepada seluruh peserta dan penyelenggara yang pernah berkunjung ke negara terjangkit (dalam 14 hari terakhir) untuk tidak menghadiri kegiatan tersebut.
  6. Menginformasikan kepada seluruh peserta/tamu dan penyelenggara untuk membatasi berjabat tangan dengan orang lain, menjaga jarak kontak dengan tamu/panitia lain yang sedang batuk/bersin, dianjurkan membawa minuman sendiri dan membatasi penggunaan dispenser.
  7. Menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir di toilet dan hand sanitizer di setiap pintu masuk, lift dan tempat lain yang mudah diakses.
  8. Menyediakan tisu dan masker, serta gunakan jika diperlukan.
  9. Menyebarkan informasi kesehatan kepada peserta dan panitia, serta memasang pesanpesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19, etika batuk/bersin, dan cara memakai masker yang baik dan benar) di tempat-tempat strategis seperti di pintu masuk.
  10. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh di setiap titik pintu masuk dan amati kondisi umum pengunjung. Apabila ditemukan suhu >37,3°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), maka tidak diizinkan untuk memasuki area dan segera menghubungi petugas kesehatan.
  11. Apabila ditemukan peserta dengan gejala pilek/batuk/sesak nafas, maka tidak diizinkan untuk memasuki area dan segera menghubungi petugas kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

  1. RESTORAN/RUMAH MAKAN
  2. Restoran/rumah makan bersih di area restoran/rumah makan dari sampah dan membersihkan lantai, dapur, tempat penyimpanan bahan baku, meja penyajian, meja dan kursi makan, alat pembayaran elektronik, mesin kasir, permukaan pegangan tangga, pegangan pintu, toilet, dengan desinfektan (cairan pembersih) secara berkala minimal 3 kali sehari.
  3. Mencuci alat masak dan alat makan dengan air bersih mengalir dan sabun.
  4. Menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan sabun di dalam restoran/tempat makan atau menyediakan hand sanitizer di Pintu masuk, depan toilet dan tempat Iain yang mudah di akses.
  5. Memasak makanan siap saji dengan matang sempurna.
  6. Tidak mempekerjakan penjamah makanan dan pekerja yang sedang sakit.
  7. Memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19 dan etika batuk/bersin) di tempat-tempat strategis seperti di Pintu masuk restoran/rumah makan atau tempat Iain yang mudah dilihat.
  8. Pengelola restoran/rumah makan menganjurkan kepada pengunjung yang mengalami demam, pilek/batuk/sesak nafas untuk tidak masuk ke area restoran/rumah makan. Apabila ditemukan pengunjung di dalam area restoran/rumah makan mengalami gejala tersebut segera melaporkan ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.
  9. Pengelola restoran/rumah makan harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat secara berkala.

 

  1. AREA SEKOLAH/MADRASAH
  2. Sekolah/madrasah bersih lantai, pegangan tangga, meja dan kursi, tombol lift, pegangan Pintu masuk, alat peraga/edukasi, komputer dan keyboard, alat-alat pendukung pembelajaran dengan desinfektan (cairan pembersih) dengan cara dilap atau disemprot secara berkala minimal 3 kali sehari.
  3. Menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan hand sanitizer di toilet, setiap kelas, ruang guru, gerbang sekolah/madrasah dan ruang/ tempat lain yang sering di akses oleh warga sekolah/madrasah.
  4. Mengedukasi warga sekolah/madrasah untuk melakukan CTPS dan Etika Batuk/Bersin yang benar.
  5. Menginformasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk tidak berjabat tangan/cium tangan, menjaga jarak kontak dengan orang lain yang sedang batuk/bersin, dianjurkan membawa minuman sendiri dan membatasi penggunaan dispenser.
  6. Memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19, etika batuk/bersin dan cara menggunakan masker) di tempat-tempat strategis seperti di Pintu masuk kelas, gerbang sekolah/madrasah, ruang guru, kantin sekolah/madrasah, tempat ibadah, sarana olahraga, tangga sekolah/madrasah dan ruang/tempat lain yang mudah di akses.
  7. Mengajak warga sekolah untuk melakukan aktifitas fisik (senam setiap pagi, olahraga, kerja bakti) secara berkala dan menganjurkan untuk konsumsi makanan yang bergizi seimbang.
  8. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh di setiap Pintu masuk kelas apabila diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran secara luring dan amati kondisi umum warga sekolah/madrasah. Apabila terdapat warga sekolah/madrasah dengan suhu >37,3°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), maka tidak diizinkan untuk memasuki ruang kelas dan segera menghubungi petugas kesehatan.
  9. Apabila diamati ada warga sekolah/madrasah dengan gejala pilek/batuk/sesak nafas disarankan untuk segera menghubungi petugas kesehatan. Apabila ditemukan peningkatan jumlah warga sekolah/madrasah dengan kondisi di atas segera melaporkan ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.
  10. Menginformasikan kepada warga sekolah/madrasah untuk tidak masuk sekolah jika tidak sehat atau memiliki riwayat berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari terakhir.
  11. Pengelola sekolah/madrasah menyediakan area sementara/ruang bagi warga sekolah/madrasah yang ditemui memiliki gejala.
  12. Melarang pendamping/pengantar masuk ke lingkungan ke area sekolah.
  13. Pengelola sekolah/madrasah memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID-19 dengan Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat secara berkala.
  • SARANA DAN KEGIATAN OLAHRAGA

 

            Sarana dan Kegiatan Olahraga pada masa pandemi COVID-19 masyarakat tetap dianjurkan melakukan aktivitas fisik, latihan fisik, dan olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengendalikan faktor risiko penyakit. Latihan fisik juga harus tetap dilakukan oleh olahragawan untuk menjaga kebugaran jasmani sebagai salah satu upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga. Diperlukan langkah-langkah untuk mencegah potensi penularan COVID-19 dalam pelaksanaan kegiatan keolahragaan.

Penentuan langkah ini disesuaikan dengan tingkat risiko olahraga dan jumlah individu yang terlibat dalam kegiatan olahraga dengan mempertimbangkan:

  1. Risiko rendah terpapar COVID-19, apabila kegiatan olahraga yang dilakukan di rumah, dilakukan sendiri atau dengan anggota keluarga, menggunakan peralatan sendiri.
  2. Risiko sedang terpapar COVID-19, apabila kegiatan olahraga di tempat umum yang dilakukan sendiri, olahraga di tempat umum dengan keluarga (kurang dari 5 orang), meggunakan peralatan sendiri.
  3. Risiko tinggi terpapar COVID-19, apabila kegiatan olahraga di tempat umum dan berkelompok, olahraga di tempat umum bersama orang lain yang bukan keluarga, menggunakan peralatan bergantian.

 

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan keolahragaan pada situasi pandemi COVID-19, adalah sebagai berikut:

  1. Olahraga masyarakat yang dilakukan secara individu di luar rumah Pada kegiatan olahraga yang dilakukan masyarakat secara individu di luar rumah saat pandemi, masyarakat harus mematuhi himbauan sebagai berikut:

1)   Masyarakat agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID-19 di wilayahnya.

2)   Memastikan kondisi tubuh sehat sebelum berolahraga. Jika ada  gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap tinggal di rumah, olahraga dilakukan di dalam rumah.

3)   Menghindari olahraga yang membutuhkan kontak fisik.

4)   Masker harus selalu dipakai selama melakukan kegiatan olahraga diluar rumah. Olahraga yang menggunakan masker dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang (masih dapat berbicara ketika berolahraga).

5)   Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer sebelum dan sesudah olahraga.

6)   Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung atau mulut.

7) Memperhatikan jaga jarak:

  1. a) Olahraga yang dilakukan tanpa berpindah tempat atau olahraga yang dilakukan dengan posisi sejajar minimal 2 meter dengan orang lain.
  2. b) Jalan kaki dengan jarak ± 5 meter dengan orang di depannya.
  3. c) Berlari dengan jarak ± 10 meter dengan orang di depannya.
  4. d) Bersepeda dengan jarak ± 20 meter dengan orang di depannya.

8)   Setelah berolahraga dan tiba di rumah, segera cuci tangan, mandi, dan berganti pakaian.

9)   Jika diperlukan, bersihkan alat olahraga, handphone, kacamata, tas dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

 

  1. Olahraga Masyarakat yang dilakukan di Pusat Kebugaran
  2. a) Memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait COVID-19 di wilayahnya sesuai dengan perkembangan terbaru. Informasi secara berkala dapat diakses pada laman https://infeksiemerging.kemkes.go.id, www.covid19.go.id, dan kebijakan pemerintah daerah setempat.
  3. b) Menyediakan informasi tentang COVID-19 dan upaya pencegahannya di pusat kebugaran, seperti cuci tangan yang benar, penggunaan masker, etika batuk, gizi seimbang, dan lain-lain.
  4. c) Menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun dan/atau handsanitizer pada pintu masuk, ruang administrasi/pendaftaran, ruang latihan, dan ruang ganti.
  5. d) Sebelum instruktur, personal trainer, pekerja, dan anggota datang ke pusat kebugaran, dilakukan self assessment risiko COVID-19. Jika hasil self assessment terdapat risiko besar, tidak diperkenankan melakukan latihan atau masuk kerja di pusat kebugaran.
  6. e) Melakukan pengukuran suhu di pintu masuk, jika ditemukan suhu >37,3 °C tidak diijinkan masuk ke pusat kebugaran.
  7. f) Membuat alur masuk dan keluar yang jelas bagi anggota, serta membuat penandaan jarak minimal 1 meter.
  8. g) Petugas adminstrasi pendaftaran dan kasir selalu memakai masker dan pelindung wajah (faceshield).
  9. h) Membatasi kapasitas anggota yang melakukan latihan, agar dapat menerapkan prinsip jaga jarak. Jumlah anggota yang dapat berlatih tiap sesi disesuaikan dengan jumlah alat olahraga dengan kepadatan maksimal 4m2 atau jarak antar anggota minimal 2 meter.
  10. i) Membatasi jumlah anggota yang masuk ke dalam ruang ganti/ruang loker.
  11. j) Merancang jadwal latihan bagi anggota sehingga memungkinkan untuk dilakukan disinfeksi alat olahraga. Disinfeksi alat olahraga dilakukan sebelum dan setelah digunakan. Alat olahraga tidak digunakan bergantian dalam satu sesi latihan.
  12. k) Melakukan pembersihan dan disinfeksi ruangan dan permukaan benda yang sering disentuh secara berkala paling sedikit tiga kali sehari.
  13. l) Memberikan jarak antar alat berbeban minimal 2 meter.
  14. m) Memberikan sekat pembatas untuk alat-alat kardio (treadmill, bicycle, elliptical machine) yang letaknya berdempetan atau kurang dari 1.5 meter.
  15. n) Sedapat mungkin menghindari pemakaian AC, sebaiknya sirkulasi udara lewat pintu jendela terbuka.
  16. o) Jika tetap memakai AC maka perlu diperhatikan tingkat kelembaban udara di dalam ruangan dan mengatur sirkulasi udara sebaik mungkin agar tetap kering. Disarankan menggunakan alat pembersih udara/air purifier.
  17. p) Memberikan penanda atau rambu-rambu pada lantai untuk mempermudah jaga jarak setiap anggota.
  18. q) Mewajibkan anggota untuk membawa handuk, matras, dan alat pribadi lainnya sendiri.
  19. r) Mewajibkan semua anggota dan pekerja menggunakan masker di lingkungan pusat kebugaran. Sebaiknya mengganti masker yang dipakai dari luar.
  20. s) Lansia tidak dianjurkan berlatih di pusat kebugaran. Jika akan dibuka untuk kelompok berisiko termasuk lansia, sebaiknya kegiatan dilakukan di tempat privat tersendiri atau dalam bentuk kunjungan rumah.

 

  • JASA PERAWATAN KECANTIKAN/ RAMBUT DAN SEJENISNYA

Jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya (salon, barbershop, tukang cukur, dan lain lain) merupakan tempat fasilitas umum yang diperlukan oleh masyarakat untuk kebutuhan pemotongan rambut,  periasan wajah dan penampilan. Tempat ini berpotensi terjadinya penularan COVID-19 karena adanya kontak erat saat dilakukan jasa pelayanan, dan potensi kerumunan antar pelanggan. Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan penularan COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan.

  1. Bagi Pelaku Usaha
  2. Memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait COVID-19 di wilayahnya.
  3. Menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun/handsanitizer di pintu masuk dan tempat lain yang mudah diakses pelanggan/pengunjung.
  4. Mewajibkan setiap orang yang akan masuk untuk mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir atau menggunakan handsanitizer.
  5. Pastikan pekerja            memahami     COVID-19        dan      cara pencegahannya.
  6. Larangan masuk bagi pekerja/pengunjung/pelanggan yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas atau memiliki riwayat kontak dengan orang terkena COVID-19.
  7. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk. Jika ditemukan pekerja atau pelanggan/pengunjung dengan suhu >37,3°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit) tidak diperkenankan masuk.
  8. Mewajibkan semua pekerja mengenakan alat pelindung diri terutama masker, pelindung wajah (faceshield) atau pelindung mata (eye protection) dan celemek selama bekerja.
  9. Menyediakan peralatan yang akan digunakan oleh pelanggan agar tidak ada peralatan yang digunakan secara bersama pada para pelanggan seperti handuk, celemek, alat potong rambut, dan lain sebagainya. Peralatan dan bahan dapat dicuci dengan detergen atau disterilkan dengan disinfektan terlebih dahulu.
  10. Menjaga kualitas udara di tempat usaha atau di tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk, pembersihan filter AC.
  11. Mengupayakan pembayaran secara nontunai (cashless) dengan memperhatikan disinfeksi untuk mesin pembayaran, jika harus bertransaksi dengan uang tunai, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer setelahnya.
  12. Memastikan seluruh lingkungan jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya dan peralatan yang gunakan dalam kondisi bersih dengan melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala sebelum dan sesudah digunakan.
  13. Melakukan pembersihan dan disinfeksi (paling sedikit tiga kali sehari) pada area dan peralatan terutama pada permukaan meja, kursi, pegangan pintu, dan peralatan lain yang sering disentuh.
  14. Menerapkan jaga jarak dengan berbagai cara seperti:

1) Mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada saat antri masuk dan membayar di kasir dengan memberikan tanda di lantai. Bila memungkinkan ada pembatas pelanggan/pengunjung dengan kasir berupa dinding plastik atau kaca.

2) Pengaturan jarak antar kursi salon/cukur dan lain sebagainya minimal 1 meter dan tidak saling berhadapan atau pemasangan partisi kaca/mika/plastik.

 

  1. Bagi Pekerja
  2. Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berangkat bekerja. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut, serta laporkan pada pimpinan tempat kerja.
  3. Saat perjalanan dan selama bekerja selalu menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, hindari menyentuh area wajah, jika terpaksa akan menyentuh area wajah pastikan tangan bersih dengan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer.
  4. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan PHBS seperti mengkonsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dan istirahat yang cukup dengan tidur minimal 7 jam, serta menghindari faktor risiko penyakit.
  5. Menggunakan alat pelindung diri berupa masker, pelindung wajah (faceshield), celemek saat memberikan pelayanan.
  6. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah, serta membersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.
  7. Jika diperlukan, bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan disinfektan.

 

  1. Bagi Pelanggan/Pengunjung
  2. Pastikan dalam kondisi sehat saat akan melakukan perawatan atau menggunakan jasa perawatan rambut/kecantikan dan sejenisnya. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut.
  3. Membawa peralatan pribadi yang akan digunakan untuk perawatan rambut/kecantikan dan sejenisnya, termasuk peralatan make up.
  4. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.
  5. Bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

 

  1. TEMPAT IBADAH ATAU KEAGAMAAN

Rumah ibadah merupakan suatu tempat/bangunan digunakan oleh umat beragama untuk beribadah menurut ajaran agama atau kepercayaan mereka masing-masing. Dalam kegiatan di rumah ibadah dapat melibatkan sejumlah orang yang berkumpul dalam satu lokasi sehingga berpotensi terjadinya risiko penularan COVID-19. Untuk itu, agar tetap dapat beribadah di masa pandemi COVID-19 ini perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian dengan penerapan protokol kesehatan untuk meminimalisir risiko penularan.

  1. Bagi Pengelola
  2. Memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait COVID-19 di wilayahnya dan kebijakan pemerintah daerah setempat.
  3. Melakukan pembersihan dan disinfeksi ruang ibadah secara berkala (sebelum dan sesudah dilaksanakannya kegiatan keagamaan) atau sarana yang banyak disentuh jamaah seperti pegangan pintu, pegangan tangga, tombol lift, microphone dan fasilitas umum lainnya.
  4. Menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun atau handsanitizer di lokasi yang mudah diakses oleh jamaah, seperti di pintu masuk, dekat kotak amal, dan lain lain.
  5. Mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk rumah ibadah. Jika terdapat AC lakukan pembersihan filter secara berkala.
  6. Lantai rumah ibadah agar tidak menggunakan karpet.
  7. Melakukan pengaturan jarak minimal 1 meter posisi antar jamaah dengan memberikan tanda khusus yang ditempatkan di lantai/kursi rumah ibadah.
  8. Melakukan pengaturan jumlah jemaah dalam waktu bersamaan untuk memudahkan penerapan jaga jarak.
  9. Menghimbau kepada semua jamaah untuk membawa peralatan ibadah sendiri.
  10. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada jamaah tentang pencegahan penularan COVID-19 yang dapat dilakukan dengan surat pemberitahuan, pemasangan spanduk, poster, banner, whatsapp/sms blast, dan lain sebagainya. Adapun materi yang diberikan meliputi pengetahuan tentang COVID-19 dan cara penularannya, wajib penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak minimal 1 meter dan etika batuk.
  11. Memasang media informasi di lokasi-lokasi strategis untuk mengingatkan jamaah agar selalu mengikuti ketentuan jaga jarak minimal 1 meter, menjaga kebersihan tangan dan kedisplinan penggunaan masker termasuk berpartisipasi aktif untuk saling mengingatkan.
  12. Larangan masuk ke rumah ibadah bagi jamaah yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas.
  13. Melakukan pemeriksaan suhu di pintu masuk. Apabila ditemukan suhu > 37,3°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), maka tidak diperkenankan masuk ke rumah ibadah.
  14. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.

 

  1. Bagi Jamaah
  2. Pastikan dalam kondisi sehat saat akan melaksanakan ibadah. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas, tetap di rumah dan lakukan ibadah di rumah.
  3. Membawa semua peralatan ibadah sendiri termasuk sajadah, kitab suci dan lain sebagainya.
  4. Selalu menggunakan masker saat perjalanan dan selama berada di tempat ibadah.
  5. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer.
  6. Hindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.
  7. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut.
  8. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter.
  9. Bagi jamaah anak-anak, usia lanjut, dan jamaah dengan memiliki penyakit komorbid dianjurkan untuk beribadah di rumah.
  10. Saling mengingatkan jamaah lain terhadap penerapan kedisiplinan penggunaan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama jamaah.

 

 

  1. PEMBERSIHAN DAN DISINFEKSI AREA/RUANGAN TERKONTAMINASI

Pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum melakukan pembersihan dan disinfeksi pada area/ruangan terkontaminasi. Kegiatan pembersihan dan disinfeksi terhadap area/ruangan terkontaminasi dilakukan selama 1 x 24 jam sebelum digunakan kembali. Disinfeksi area/ruangan terkontaminasi dilakukan dengan menggunakan disinfektan yang dilakukan pada lantai, pegangan tangga, pegangan pintu/rolling door, toilet, wastafel, kios/los, meja pedagang, tempat penyimpanan uang, gudang atau tempat penyimpanan, tempat parkir, mesin parkir, dan fasilitas umum lainnya. Adapun langkah-langkah disinfeksi sebagai berikut:

  1. Gunakan alat pelindung diri terutama masker dan sarung tangan sekali pakai.
  2. Permukaan yang kotor harus dibersihkan dahulu menggunakan deterjen/sabun dan air sebelum disinfeksi (baca petunjuk penggunaan produk yang digunakan untuk membersihkan dan mendisinfeksi).
  3. Lakukan disinfeksi permukaan datar dengan menggunakan sprayer (cairan disinfektan sesuai takaran atau petunjuk penggunaan).
  4. Lakukan disinfeksi permukaan tidak datar seperti tiang, pegangan tangan dan sebagainya menggunakan lap flanel/kain microfiber.
  5. Untuk disinfeksi dengan lap flanel/kain microfiber/mop dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:

1)   rendam lap flanel/kain mikrofiber ke dalam air yang telah berisi cairan disinfektan. Lakukan pengelapan pada permukaan dan biarkan tetap basah selama 10 menit; atau

2)   semprotkan cairan disinfektan pada lap flanel/kain microfiber dan lakukan pengelapan secara zig-zag atau memutar dari tengah keluar.

  1. Untuk disinfeksi dengan cara penyemprotan, isi ULV atau sprayer dengan cairan disinfektan kemudian semprotkan ke permukaan yang akan didisinfeksi.
  2. Untuk disinfeksi benda dengan permukaan berpori seperti lantai berkarpet, permadani, dan tirai, disinfeksi dapat dilakukan dengan cara mencuci dengan air hangat atau menggunakan produk dengan klaim patogen virus baru yang cocok untuk permukaan berpori.
  3. Untuk disinfeksi ventilasi buatan, sebelum dinyalakan lakukan penyemprotan pada evaporator, blower dan penyaring udara (filter) dengan botol sprayer yang telah berisi cairan disinfektan. Dilanjutkan dengan disinfeksi pada permukaan chasing indoor AC. Pada AC sentral dilakukan disinfeksi permukaan pada mounted dan kisi-kisi exhaust dan tidak perlu dibilas.
  4. Lepaskan alat pelindung diri dan segera cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir setelah disinfeksi selesai. Sarung tangan harus dibuang setelah setiap pembersihan dengan dirusak terlebih dahulu agar tidak disalahgunakan. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali, tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER:

  1. CDC, 2020. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). https://www.cdc.gov/coronavirus/2019ncov/index.html (diakses tanggal 14 Maret 2020).
  2. Kemenkes RI, 2020. Panduan Pencegahan Penularan COVID-19 Di Tempat dan Fasilitas Umum (TFU). Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. https://covid19.kemkes.go.id/protokol-covid-19/protokol-kesehatan-bagi-masyarakat-di-tempat-dan-fasilitas-umum-dalam-rangka-pencegahan-covid-19/#.X3FEZTMzbIV (diakses 7 September 2020)
  3. Kementerian Kesehatan RI, 2011. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.01.07/MENKES/382/2020. Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan COVID-19.
  4. Kementerian Kesehatan RI, 2011. Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Nomor: HK.03.05/Vl.l/D/1004/2011.
  5. WHO, 2020. Coronavirus. https://www.who.int/health-topics/coronavirus (diakses tanggal 14 Maret 2020).

Respond For " Protokol  Pencegahan COVID-19 Di Tempat Umum                                                                         "